Friend Forever

FRIEND FOREVER ^__^

Sore yang cerah itu, di taman Kampus Seoul University…

Dengan mimik serius Young-In mengangguk, “Baiklah, ini masih masalah laptopku yang rusak itu, aku belum memiliki uang untuk membeli yang baru, Dan aku tidak mau menyusahkan ayahku yang sibuk di Jepang, sepertinya juga kesehatannya agak terganggu,”

Young-In mendengarkan cerita Eun-Hee dengan serius, “jadi, masalahmu Cuma mencari pekerjaan saja ‘kan?”

“tapi tidak mudah mencari pekerjaan, Young-In,” kata Eun-Hee merasa sedikit putus asa. Dia tidak ingin sampai mengulang semester, dia tidak ingin mengecewakan ayahnya yang bekerja keras di Tokyo sebagai Pemandu Wisata karena bahasa jepang, Inggris, dan Prancis ayahnya sangat bagus, sangat jarang sekali ayahnya itu pulang ke Korea, kampung halamannya. Selain itu, di Jepang banyak yang membutuhkan jasanya daripada di Korea.

Eun-hee, gadis itu 3 tahun menghirup udara Jepang, lalu memutuskan kuliah di Seoul sekaligus menempati rumah lama mereka, walaupun rumah itu membangkitkan kembali kenangan bersama ibunya yang telah tiada.

“Eun-Hee, kau tidak perlu cemas, aku akan membantumu mencari pekerjaan, aku janji,” kata Young-In sambil tersenyum tulus.

+++

Sudah hampir 1 minggu Eun-Hee bekerja di restoran milik paman Lee sekaligus managernya. Ternyata, sangat menyenangkan, terutama teman-teman kerjanya. Membuat dia betah. Walaupun ia paling junior di situ, ia tidak pernah diperlakukan seenaknya dan tidak baik.

“hari ini banyak sekali ya pengunjungnya, kepalaku sampai pusing,” keluh Hye-Ri, jujur saja, Hye-ri salah satu pegawai tercantik di restoran itu.

“Hei, Hye-Ri, kau bisa mengambil pesanan pada mereka?” tunjuk Ji-Hwa pada rombongan pelanggan yang mengelilingi meja bundar, mereka berjumlah… banyak sekali, mungkin ada 10 orang.

Hye-Ri menengok untuk menatap teman sekerjanya itu, “Onnie, punggungku benar-benar sakit sekarang, disini ‘kan banyak pekerja yang lain, apa tidak bisa satu dari mereka menggantikanku?”

Yang disapa dengan Ji-Hwa itu duduk dikursi sebelah Hye-Ri, “Ayolah, mereka itu ‘kan orang terkenal, kami tidak terbiasa dan terlatih sepertimu untuk menghadapi mereka,” jelas Ji-Hwa, karena memang restoran ini terhitung sering dikunjungi oleh artis Korea.

Dalam benaknya, berarti disini restoran langganan artis?

Eun-Hee yang penasaran, kembali memperhatikan pelanggan yang datang sekaligus banyak itu.

3.. 2.. 1.. wahhhhhh, mereka tampan-tampan.. pikirnya dengan malu.

Dan tanpa ia sadari~ seseorang dari mereka menuju kemari?? Astaga! Apa yang harus kulakukan?? Apa mereka tahu aku sedang memperhatikan mereka, daaan..

Pikiran anehnya terhenti seketika..

+++

“Kau belum pernah ke sini ‘kan Kyu? Di sini makanannya enak-enak lho, kau harus mencobanya,” Kim Ryeowook, seorang artis, member resmi Super Junior, salah satu BoyBand K-Pop yang paling diminati saat ini sibuk berpromosi pada Dongsaengnya.

Tanpa ekspresi Kyu menoleh pada Hyungnya itu, “Oh Ya?”

Dengan tidak menyadari ekspresi Kyu Ryeowook tetap menjawab dengan gembiranya, “Tentu saja, yang lain sudah pernah ke sini, dan restoran ini salah satu favorit kami, kurasa hanya kau yang belum mencoba makan disini, apa-apa selalu menunggu kami yang membawakan,” lanjut Ryeowook sambil sesekali menimpali perkataan Yesung yang berjalan di sebelahnya.

Hari itu hari bebas bagi mereka dari segala jenis schedule mereka yang padat. Konser, Interview, Reality Show, dan lain-lain benar-benar menguras tenaga mereka, jarang sekali mereka mendapat libur.

Mereka –EunHyuk, Leeteuk, Heechul, Siwon, SungMin, Yesung, Ryeowook, Donghae, Shindong – dengan senang hati datang untuk makan, tetapi lain dengan Kyu, entah mengapa hari ini dia begitu emosi dengan sesuatu yang tidak jelas. Dia hanya marah, entah pada apa dan mengapa, ia juga tidak tahu.

“Kyu, kau mau makan apa?” suara SungMin, Hyungnya, menyadarkannya dari lamunan.

Dengan pura-pura berkonsentrasi pada daftar menu menjawab, “Aku bingung, pesananku samakan saja dengan pesananmu, Hyung,” mendengar itu SungMin mengangguk dan berkata sesuatu pada pelayan restoran yang bahkan wajahnya tidak sempat ia perhatikan.

“Hyung, aku ke toilet sebentar,” pamit Kyu, yang lain mengangguk.

Kyu berjalan menyusuri jalan menuju toilet yang sebenarnya ia tidak tahu persis, tapi dia tidak peduli, ‘kan bisa bertanya pada orang, pikirnya cuek.

Pemuda yang memiliki tinggi 180 cm itu berhenti dimeja kasir restoran itu, “Toilet disebelah mana, ya?” Tanya Kyu sopan pada gadis yang duduk didepan mesin uang kasir tersebut, ia bertanya karena kebetulan tidak ada pelanggan di kasir itu.

Gadis itu mengangkat wajahnya.. DEG!

“Toilet pria, disebelah sana, Tuan,” tunjuk gadis itu ke arah bagian kiri restoran. Kyu mengangguk lalu berjalan ke arah yang ditunjuk gadis itu.

Toilet itu sepi. Ia beranjak ke wastafel, melihat pantulan wajahnya dicermin kemudian mengambil air untuk membasuh wajahnya yang kelihatan aneh hari ini.

Sepertinya aku kenal dengan gadis itu? Pikirnya.. ah, tapi tidak mungkin.. sangkal hatinya yang lain.. ini hanya pengaruh perasaanku yang sedang tidak enak.

+++

Fiuhh, untung saja jantungku tidak copot, pikir Eun-Hee setelah pria itu berlalu setelah menanyakan letak toilet padanya.

Dia menoleh, pria tadi terlihat melintas dari arah toilet pria, tapi tidak menoleh padanya, ada rasa sedikit kecewa.

+++

Perasaan KyuHyun tidak bertambah baik sedikitpun walaupun dia sudah membasuh wajahnya.

“Wah, banyak sekali makanannya,” teriak pemuda itu dengan membelalakkan matanya.

Shindong yang ikut mendengar, hanya tersenyum malu-malu, akhirnya tahulah Kyu siapa pemesan makanan terbanyak.

Akhirnya, mereka bersepuluh makan dengan tidak tenang karena ulah Ryeowook. Entah apa yang dilakukannya hingga Hyungnya mengomel.

Setelah Leeteuk, Leader Super Junior sekaligus sebagai ibu di grup musik itu membayar makanan mereka, mereka memutuskan untuk pulang dan meregangkan otot di kasur mereka yang empuk.

Ryeowook yang melihat Kyu masih mematung berteriak, “Hei, Kyu, ayo! Kau mau pulang naik bus?” guraunya.

Teriakan Ryeowook ampuh menyadarkannya, “Ah, ya, Hyung,” jawab Kyu sambil bangkit untuk mengejar Hyung-hyungnya yang sudah berjalan jauh di depan melewati meja-meja yang kebanyakan kosong.

Lalu tanpa terduga, BRUUK!! PRANGG!!

Kyu merasakan baju, jaket, celana sepatu dan kulitnya basah oleh sesuatu yang lengket dan panas.

Dengan penuh emosi Kyu menatap orang yang ada dihadapannya“Kau!”

+++

“Eun-Hee, tolong kau antar kopi ini untuk bapak-bapak di meja nomor 14 ya,” kata Ji-Hwa pada Eun-Hee, gadis itu lalu mengangguk mengerti sambil mengambil nampan yang diatasnya ada 5 gelas kopi original panas.

Dengan hati-hati, karena jarang sekali ia diminta membawa pesanan pelanggan.

Aduh, tenang, tenang.. pikirnya.

Lalu BRUKKK! PRANG!!

Karena sibuk dengan gelas kopi yang dibawanya, Eun-Hee tidak melihat orang yang berjalan di depannya.

Dengan wajah yang memerah karena menahan amarah, laki-laki yang ditabraknya itu menatapnya tajam. Dia yang tadi, gumam Eun-Hee dalam hati setelah menyadari siapa yang ia tabrak.

Dengan cepat Eun-Hee membungkukkan badannya untuk meminta maaf, “Maafkan saya, Tuan, saya benar-benar tidak sengaja,”

“Kau!” kata laki-laki itu pelan, Eun-Hee menyadari memang pantas laki-laki itu marah, karena seluruh pakaiannya terkena noda kopi, “Dengar, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, datang ke kantor SM jam 7 sore ini, kalau tidak kau tidak akan selamat dan restoran ini juga, karena membuat baju kesayanganku rusak!” bisik lelaki itu.

“KYUU!” teriak suara seorang pria, teman laki-laki yang ditabraknya, sedikit lebih kecil dibanding laki-laki yang dipanggil Kyu itu.

Kyu menolehkan wajahnya, “Ya, Hyung, tunggu sebentar aku ada urusan,” jawab Kyu.

Eun-Hee yang takut  karena kemarahan laki-laki itu tidak menyadari pelanggan dan pegawai restoran melihat kejadian tidak mengenakkan itu, selain itu ada sesuatu yang membuatnya teringat akan satu hal dari masa lalunya.

“ah, maaf  atas kelalaian pegawai kami, Tuan Cho,” tiba-tiba suara Manager Lee menyadarkan Eun-Hee.

Laki-laki itu tersenyum pada Manager Lee, “Tidak apa-apa, tidak usah dipikirkan, urusan saya ini dengan pegawai Anda,” jawab Kyu dengan senyum ramah yang bisa menipu orang lain, sementara tangan kirinya berusaha menguragi noda hitam pada pakaiannya dan kulitnya.

Manager Lee membungkuk sekali lagi, “Sekali lagi, maafkan kami, Tuan Cho,”

“Ya, kalau begitu saya permisi,” kata Kyu.

+++

“Ingat, kalau kau tidak datang untuk bertanggung jawab atas bajuku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu, Nona,” kata Kyu saat Eun-Hee terpaksa mengantarnya keluar Karena perintah Manager Lee.

Gadis itu hanya diam, tapi Kyu tidak memedulikannya lalu melangkah pergi tanpa berkata apa-apa lagi.

“Kyu, ada apa dengan bajumu?” Tanya Ryeowook.

“Tadi ada pelayan buta menabrakku! Lihat, baju hadiah dari Noona-ku jadi hancur begini!” omel Kyu, dia tidak mau imagenya jadi rusak hanya karena membentak pelayan.

“Lalu, kau apakan pelayan itu?”

“Kuminta dia datang untuk mencuci bajuku di kantor SM,” jawab Kyu, senyum setannya muncul.

Hyung-Hyungnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat dongsaeng mereka.

+++

Dengan terpaksa Eun-Hee harus bertanggung jawab pada baju laki-laki bernama Kyu bermarga Cho itu. Entah siapa dia, aku tidak mengenalnya,  pikir Eun-Hee

Dengan sedikit bingung mencari kantor Management SM Entertainment, ia celingak-celinguk, dan untungnya ketemu.

Setelah menemui resepsionis dan berbicara sebentar, akhirnya resepsionis itu menunjukkan jalan ruangan dimana gadis itu bisa menemui Kyu.

Tok tok.. dengan setengah deg-degan gadis itu mengetuk pintu yang tertutup didepannya, terdengar suara ribut-ribut didalam sana.

Suara laki-laki? Semua? Pikir Eun-Hee.

“Masuk saja,” terdengar sahutan dari dalam. Dengan gugup Eun-Hee membuka pintu.

Dengan kaku dan gugup ia memandang orang yang ada diruangan itu. Mana pria itu? Pikir Eun-Hee, ia malu berada di ruangan yang isinya laki-laki semua.

“Maaf,” akhirnya suaranya berhasil keluar, “Aku mencari Tuan Cho, Apakah dia ada?” tanya Eun-Hee pada pria yang duduk disofa di dekat tempatnya berdiri, ia merasa agak risih karena dipandangi oleh semua orang yang ada di ruangan itu.

“Ah, dia ada, sebentar aku panggilkan,” jawab laki-laki itu, entah siapa, gadis itu tidak mengenalnya, beranjak dari duduknya, “Ah, kau bisa duduk dulu sambil menunggu aku mencarinya,” lanjutnya.

Eun-Hee menuruti kata-kata laki-laki tadi untuk duduk, “Hei, kau yang di restoran tadi ‘kan?” suara seseorang membuat Eun-Hee menoleh.

Yang memanggil ‘Kyu’ tadi, pikir Eun-Hee, “Ya, saya yang tadi menumpahkan kopi ke baju Tuan Cho, makanya saya ke sini untuk mengambil baju itu untuk saya bersihkan,” jawab Eun-Hee terus terang, karena laki-laki yang ternyata Ryeowook itu melihat kejadian siang tadi.

Ryeowook tersenyum mendengar jawaban Eun-Hee, “Harap maklum, Kyu memang begitu, mudah emosi jika perasaannya sedang tidak enak,”

Eun-Hee hanya tersenyum menanggapi perkataan lelaki yang belum dikenalnya itu.

+++

“Kau datang juga, padahal baru saja aku hampir menyelesaikan rencana untuk memberimu pelajaran,” kata Kyu saat pertama melihat Eun-Hee, wajahnya menunjukkan ciri-ciri orang yang baru bangun tidur.

“Sa.. saya benar-benar minta maaf atas kejadian tadi siang, itu benar-benar tidak disengaja, tolong jangan salahkan manager saya, ini murni karena kekuranghati-hatian saya,” jawab Eun-Hee.

“Kyu, sudahlah, dia memang tidak sengaja, lagipula noda itu bisa dihilangkan,” Leeteuk menengahi, daripada gadis itu jadi target amukan Kyu, ia tahu perasaan Kyu sekarang sedang kacau entah karena apa.

Kyu diam saja menanggapi perkataan Hyungnya.

Lalu Kyu beranjak mengambil kantong karton.

“Ini,” sambil mengulurkan kantong karton itu pada Eun-Hee dan gadis itu menerimanya, “Cuci sampai bersih, aku akan memaafkanmu jika bajuku itu bersih dari noda kopi, itu baju kesayanganku, karena itu hadiah dari kakak perempuanku, mengerti?” suaranya agak melembut.

Eun-Hee mengangguk, “Baik, setelah aku mencucinya, aku akan mengembalikannya,”

“Tentu saja, aku tidak mengizinkanmu untuk menjualnya,” celetuk Kyu lalu beranjak masuk, sepertinya hendak melanjutkan tidurnya.

+++

“Ya, Yah, aku baik-baik saja di Seoul, Ayah tidak perlu mengkhawatirkan aku,” kata Eun-Hee pada ayahnya yang malam itu meneleponnya dari Tokyo, “Ya, Ayah juga baik-baik disana dan jaga kesehatan, jika ada apa-apa cepat beritahu aku ya, Yah, aku sayang Ayah,” Klik, telepon terputus.

Eun-Hee menitikkan air mata, ia begitu merindukan ayahnya, ia ingin melihat wajahnya Ayahnya. Ia teringat, album-album foto di kamar yang ditempati ayahnya saat mereka masih bersama di Seoul.

Eun-Hee tersenyum-senyum sendiri melihat fotonya saat masih kanak-kanak dan kadang terharu bila kembali melihat foto ayah dan ibunya.

Begitu banyak album foto, sampai akhirnya tersisa 1 album berukuran lebih kecil dari yang lainnya, Eun-Hee mengambilnya. Pleekk.. beberapa lembar foto berjatuhan.

“Hm, ini ‘kan aku, saat sekolah dasar?” tanyanya pada dirinya sendiri, lalu saat melihat selembar foto, dipojok kiri bawah foto itu tertulis ‘aku dan Kyu, teman selamanya ^_^’ dengan tulisan Hangeul khas anak-anak, yang tulisannya masih belum bagus.

“Kyu?” kening gadis itu berkerut, lalu bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman, “Bagaimana kabarnya sekarang, ya?” lanjutnya sambil meraba bekas bekas luka di keningnya, mengingat bagaimana Kyu menolongnya ketika ia jatuh dari atas pohon. Ia baru teringat kembali dengan teman masa kecilnya itu, “Mengapa begitu banyak orang yang bernama Kyu? Aku mengenal 2 orang Kyu, tapi aku benar-benar tidak menyukai Kyu yang baru kutemui,”

+++

Tok tok..

“Oh Kau, masuklah, Kyu sedang tidak ada, dia pergi dengan Sungmin, Leeteuk dan EunHyuk, aku sendirian” jelas Ryeowook tanpa ditanya lalu mempersilahkan Eun-Hee untuk duduk, “Sebaiknya kau menunggunya,”

“Ah, apa tidak bisa aku menitipkannya padamu, Ryeowook Oppa?” Tanya Eun-Hee, ia sudah mengenal Ryeowook karena sering datang di restoran tempatnya bekerja, “Aku hanya ingin mengembalikan bajunya,”

“Saranku, sebaiknya kau menunggunya,” kata Ryeowook, “Oh ya, kau bisa menolongku?”

“apa itu?”

+++

“wah, enak sekali,” puji Eun-Hee setelah menyelesaikan suapannya yang terakhir, Ryeowook mentraktirnya makan malam di kafe depan kantor managemen SM Entertaiment, “terima kasih telah mentraktirku makan, lain kali aku yang akan mentraktirmu,” janji Eun-Hee, ia bahagia sekali di ajak makan bersama, karena biasanya ia makan malam sendirian.

“Aku tunggu,” kata Ryeowook sambil nyengir lebar, karena sendirian makanya ia mengajak gadis itu untuk makan malam bersama. Entah kemana yang lain pergi, sampai sekarang belum kembali.

Setelah selesai, Ryeowook mengajak Eun-Hee untuk kembali ke atas gedung SM entertainment.

“Ryeowook, kau dari mana?” suara Leeteuk menyambut mereka saat sampai ke ruangan khusus mereka, “Kami pikir kau hilang,” lanjut Leeteuk.

“Tentu saja aku tidak mungkin hilang, lihat, aku sudah dewasa, bukan anak kecil lagi,” jawab Ryeowook menanggapi gurauan Hyungnya.

Sedang Leeteuk dan Ryeowook mengobrol, Eun-Hee melihat Kyu yang sibuk sendiri dengan laptopnya. Eun-Hee teringat baju Kyu yang akan dikembalikannya, ia harus cepat-cepat karena sudah malam.

“Ini, bajumu sudah aku cucikan,” kata Eun-Hee sambil berdiri di samping Kyu yang sedang duduk sibuk mengutak-atik laptopnya.

Tanpa menoleh, Kyu berkata, “Letakkan saja disitu,”

Eun-Hee meletakkannya di tempat kosong samping Kyu duduk, “Sudah, sekali lagi aku minta maaf, dan aku permisi pulang,” kata Eun-Hee lalu balik badan hendak pamit dengan Ryeowook yang tadi sudah berbaik hati mau mentraktirnya.

Kyu memandang kepergian gadis itu, entah ada apa, ia tidak tahu.

“Ryeowook Oppa, aku permisi, dan terima kasih yang tadi,” kata Eun-Hee yang ditanggapi senyum lebar oleh Ryeowook.

+++

‘terima kasih’? pikir Kyu saat mendengar ucapan terima kasih gadis itu pada Hyungnya, Ryeowook. Entah mengapa ia begitu penasaran.

“Ryeowook, kau dari mana tadi bersama gadis itu?” tanya Leeteuk mewakili isi hati Kyu.

Ryeowook tersenyum, “Tadi aku lapar tapi kalian tidak ada disini untuk menemaniku makan, dan kebetulan Eun-Hee datang, makanya sekalian saja kuajak dia sambil menunggu Kyu pulang,” jelas Ryeowook, “lagipula, kami hanya makan di restauran depan,”

Eun-Hee? Batin Kyu, aku baru tahu kalau namanya Eun-Hee.

“Hati-hati saja Ryeowook, kau bisa membuatnya menjadi mangsa empuk fansmu yang cemburu buta,” gurau Leeteuk.

+++

Kyu mengeluarkan bajuya yang 1 minggu lalu dibawa gadis bernama Eun-Hee itu. Baju berwarna putih susu, baju dari Ah-Ra, kakak perempuannya saat ulang tahunnya yang ke-21 tahun lalu.

“Sudah bersih,” kata Kyu pada dirinya sendiri sambil meneliti baju itu.

“Apanya?” suara Sungmin mengejutkannya, Kyu sama sekali tidak menyangka Sungmin berdiri di belakangnya, bisa-bisanya ia tidak mendengar Sungmin membuka pintu kamar mereka.

Apa aku melamun tadi? Batin Kyu.

“Ini, baju. Aku kira noda kopinya akan lengket, ternyata tidak,” jawab Kyu sambil melipat rapi bajunya.

“Hahaha, kukira kau memikirkan gadis itu,” canda Sungmin yang ternyata sukses membuat wajahnya panas dan mungkin merah, tapi untungnya Sungmin keluar kamar meninggalkannya seorang diri.

+++

Sejak itu hampir disemua tempat Eun-Hee menemukan sosok Kyu secara tidak sengaja. Di minimarket, di pasar, di mana saja, selalu ada sosok Kyu, padahal ia artis terkenal tapi mengapa berkeliaran di sekitar kehidupannya?

Setiap kali bertemu Kyu ia terpaksa menyunggingkan senyum, tapi Kyu malah … MENGACUHKANNYA! Eun-Hee benar-benar tidak dapat menerimanya. Gadis itu benar-benar heran, bagaimana bisa orang seperti Ryeowook bisa tahan hidup di bawah satu atap dengan orang yang sikapnya seperti Kyu.

Sejak saat itu, Eun-Hee memutuskan lebih baik menganggap dirinya tidak pernah berurusan dengan artis bersuara emas itu – Eun-Hee mengakuinya saat mendengar lelaki itu menyanyi di sebuah acara televisi  – hanya akan mempermalukan dirinya saja, lagipula Kyu juga tidak merasa mengenalnya.

Bus yang ditumpangi Eun-Hee tetap melaju saat gadis itu bertekad untuk tidak berurusan lagi dengan manusia bernama Cho KyuHyun.

Sudah jam 8, lama juga perjalanan yang kutempuh, pikir Eun-Hee sambil berjalan melewati jalan yang tidak begitu ramai menuju rumahnya.

“Eun-Hee!” sebuah suara memanggilnya saat ia hendak mendorong pintu pagar rumahnya.

Eun-Hee mencari-cari pemilik suara itu, “Ah, ternyata Nenek,” kata Eun-Hee saat Nenek yang kini menjadi tetangganya, rumah yang dulu merupakan rumah sahabatnya, Kyu, bukan KyuHyun. Entah mengapa, ia hanya mengingat Kyu. Ia benar-benar lupa hal lain dari masa kecilnya.

“Maaf aku mengangetkanmu, Eun-Hee,” kata wanita setengah baya itu, “Tapi bisakah kau menolongku untuk membeli ini di minimarket depan, aku sendirian di rumah, tidak ada yang bisa kuminta tolong,” sambil mengulurkan secarik kertas.

Eun-Hee tersenyum, “Tentu saja, Nek, dengan senang hati,” kata Eun-Hee memenuhi permintaan tetangganya itu.

+++

“Nenek ada-ada saja, ternyata masih suka cokelat,” Eun-Hee tertawa geli melihat pesanan Nenek tetangganya itu.

Untung saja minimarket itu tidak begitu jauh dari rumahnya, jadi dalam waktu 7 menit, ia sudah menginjakkan kakinya ke lantai bersih minimarket yang memang tidak terlalu besar itu.

Eun-Hee mencari ke bagian produk susu, “mana ya? Apa stoknya sudah habis?” katanya pada dirinya sendiri sambil matanya tetap mencari barang yang dimaksud nenek tetangganya itu, “Ah, itu dia,” teriak Eun-Hee gembira.

Gadis itu hendak mengambilnya, tapi tangannya tidak sampai, ia berjinjit. Tetap tidak sampai. Eun-Hee berpikir untuk memanggil pegawai minimarket untuk mengambilkan susu Cokelat itu.

Baru hendak berbalik, ada seseorang dengan tangan terjulur untuk mengambil sesuatu, untung saja Eun-Hee tidak sampai menabrak, jika tidak wajahnya pasti akan menempel didada orang itu.

Sebelum Eun-Hee melihat wajahnya orang itu berkata, “Ini,”

Eun-Hee mengangkat wajahnya saat orang yang sepertinya laki-laki itu mengulurkan sesuatu yang hendak diambilnya.

“Tuan Cho!” teriak Eun-Hee kaget melihat orang itu adalah Cho KyuHyun.

Sepersekian detik, Kyu berhasil membungkam mulut gadis itu, “Ak aku mohon jangan berteriak, kalau orang tahu aku ada di sini, bisa-bisa aku dikejar-kejar, kau mau bertanggung jawab, hah?” kata Kyu pelan sambil lebih menurunkan topinya.

“Haik, hapi lepat han hulu hanganhu!” gerutu Eun-Hee dengan kata-kata yang tidak jelas.

“Apa?”

Eun-Hee memutar bola matanya, lalu menunjuk tangan Kyu yang masih sibuk menutup mulutnya, “siapa suruh berteriak,” celetuk Kyu sambil melepas tangannya.

Gadis itu mengelap mulutnya, “Asin!” gerutunya, “Aku kira tangan seorang idola itu manis, soalnya temanku bilang semua yang ada padamu itu manis, ternyata asin,”

“Hah?” Kyu melongo.

+++

Entah mengapa hati Eun-Hee selalu aneh jika melihat seorang Cho KyuHyun sejak kejadian di minimarket. Kejadian itu sudah sangat lama, tapi entah mengapa Eun-Hee masih bisa melihatnya dengan jelas.

Dan entah mengapa ia merasa pemuda itu bertebaran dimana-mana. Eun-Hee benar-benar tidak mengerti.

“Kau kenapa, Eun-Hee? Daritadi diam saja,” tegur Hye-Ri.

Eun-Hee mengerjapkan matanya, “Tidak, aku hanya sedang mendengarkan lagu,” jawab Eun-Hee gugup sambil menatap televisi yang menayangkan wajah Kyu yang menyanyi.

“Ah, kau penggemarnya KyuHyun-ah ya?” tanya Hye-Ri saat melihat KyuHyun di televisi yang di tonton Eun-Hee, pertanyaan yang sebenarnya biasa-biasa saja itu mampu membuat wajah Eun-Hee memerah, entah mengapa, “Suaranya memang bagus, sayang sekali Manager Lee tidak membolehkan kita mengganggu mereka jika berkunjung ke sini, menyedihkan, padahal aku juga ingin berfoto dengan SiWon, Kyaaa~” lanjut Hye-ri sambil tiba-tiba ia histeris.

+++

“Teman-teman, minggu depan anak-anak Super Junior, langganan restoran kita itu, mengundang kita menonton konser mereka, gratiss!! Yess!” suara Hye-Ri menggema di didapur restoran petang itu.

“Siapa yang memberitahumu?” tanya Ji-Hwa terlihat tidak percaya, “Jika kita di undang, siapa yang akan berada di sini untuk bekerja?”

“Tenang saja, Manager Lee sendiri tadi yang memberitahu padaku pesan yang disampaikan Leeteuk Oppa padanya, karena besoknya setelah konser mereka, artisnya Lee Soo Man akan makan-makan di sini!!” Hye-Ri yang histeris.

Eun-Hee yang baru kembali dari toilet tidak tahu apa-apa langsung diserbu oleh Hye-Ri, “Asik sekali ‘kan, Eun-Hee, minggu depan kita nonton konser mereka!”

Konser? Mereka? Pikir Eun-Hee bingung.

+++

Konser SM Town? Super Junior mengundang kami? Beruntung sekali aku bekerja di restoran itu, aku jadi bisa menikmati suara orang galak bersuara merdu itu, pikir Eun-Hee sambil tersenyum-senyum.

Siang itu mereka libur, karena nanti sore, mereka akan datang bersama ke SM Town Concert di Stadion Seoul.

Gadis itu pergi ke pasar membeli bahan makanan untuk seminggu ke depan, kebetulan ada waktu kosong.

Panas, pikir gadis itu lagi sambil menudungi matanya dengan tangan karena teriknya sinar matahari.

Tiba-tiba ada sesuatu terpasang di kepalanya, topi? Siapa?

Cepat-cepat Eun-Hee memutar badannya. Sosok itu?

“Tuan Cho!” panggilnya, dia sangat mengenal sosok KyuHyun karena sering sekali ia bertemu laki-laki itu.

“Pakai saja, cuacanya panas, kau bisa demam jika kepalamu tidak ditutup sesuatu,” sahut KyuHyun padahal baru saja Eun-Hee ingin menyusul langkah laki-laki itu, dia sudah kembali ke mobilnya dan melaju pergi.

Eun-Hee merasakan jantungnya berdetak cepat, wajahnya panas, apa dia mulai menyukai KyuHyun yang dingin dan galak itu? Yang pernah membentak-bentaknya?

+++

“Kyu, tumben sekali kau terlambat,” sapa Ryeowook dengan senyum seperti biasa di lokasi konser mereka.

“Maaf, tadi ada sesuatu yang harus kulihat,” jawab Kyu singkat.

“Oh, tumben kau tidak memakai topi kesayanganmu, biasanya kau jarang mau ke mana-mana tanpa topi itu,” kata Ryeowook memperhatikan detail pakaian Kyu.

“Ah, sudah kuberikan pada orang yang lebih membutuhkannya,” sahut Kyu singkat.

Uh, Ryeowook Hyung, mengapa harus menanyakan topi itu? Topi itu kan sudah ada di tangan gadis itu..

+++

“Hei, teman-teman, Leeteuk-ssi memberitahuku kita semua boleh ke backstage, siapa tahu kalian mau berfoto bersama, dia tahu jika kita tidak boleh mengganggu mereka di restoran, ayo,” dengan penuh semangat Hye-Ri mengajak teman-teman sekerjanya untuk ke backstage panggung SM Town Concert.

“Hye-Ri, apa tidak apa-apa? Bagaimana jika kita diusir?” tanya Eun-Hee dengan khawatir.

Hye-Ri tidak menanggapi pertanyaan gadis itu.

“Kyaa~ SiWon Oppa, bolehkah aku berfoto denganmu?” dengan agresifnya Hye-Ri meminta pria yang memiliki lesung pipi indah itu untuk berfoto bersama dengannya.

Entah bagaimana dengan yang lain, Eun-Hee hanya bisa diam mematung, bingung dengan apa yang harus dia lakukan ditengah hiruk pikuk itu.

“Eun-Hee, kau melamun saja, kau ingin berfoto dengan siapa? Banyak artis di sini, ini kesempatan kita untuk bisa meminta tanda tangan dan foto bersama, jika di restoran kau akan dimarahi Manager Lee,”Hye-Ri terus mendorong Eun-Hee dengan semangatnya yang terlalu menggebu-gebu.

Eun-Hee tetap diam.

“Ahh, aku tahu,” kata Hye-Ri lalu menarik tangan Eun-Hee.

“Hei, mau ke mana?”

“KyuHyun Oppa,” panggil Hye-Ri pada KyuHyun yang duduk bersama seorang gadis.

Gadis yang tadi duet dengan Tuan Cho, pikir Eun-Hee.

KyuHyun menoleh mendengar namanya dipanggil, “Ya?”

Dengan senyum paling manis Hye-Ri berkata tanpa mempedulikan wajah bingung teman yang diseret-seretnya itu, “KyuHyun Oppa, bisakah kau berfoto dengan temanku ini, dia fansmu,”

Eun-Hee membelalakkan matanya karena kaget dan malu.

KyuHyun berdiri sambil mengambil ponselnya, “Bisa saja,” katanya.

Hye-Ri mendorong Eun-Hee ke sebelah Kyu, tanpa ia duga Kyu merangkul bahunya, tanpa Eun-Hee sadari ia menengok menatap wajah KyuHyun.

Hye-Ri sudah mengambil beberapa fotonya dengan Kyu, tapi Kyu masih menahannya, “Setiap fans selalu aku potret juga dengan ponselku, jadi tolong senyum sekali lagi,” pinta Kyu menahan gadis yang sudah ingin beranjak itu.

Jpret! Dengan gugup akhirnya Eun-Hee berhasil juga tersenyum hingga Kyu menurunkan ponselnya.

“Te terima kasih,” ucap Eun-Hee, ia merasa lemas saat berada di sebelah penyanyi itu.

Kyu membalasnya dengan sebuah senyuman.

Mereka sama-sama berbalik, tapi Eun-Hee berpaling, gadis itu selalu bersama Kyu? Eunhee teringat kembali pada adegan panggung mereka.. membuat hatinya sedikit perih..

+++

“Kyu Oppa?” suara Seo Hyun yang lemah lembut menyapanya, menyadarkannya kembali dari lamunan, padahal Seo Hyun ada di sampingnya dari tadi.

KyuHyun mengangkat wajahnya, “Ya?”

Sejenak pikirannya teralih dari pikirannya tentang perkataan gadis bernama Eun-Hee itu seusai berfoto bersamanya tadi.

“Aku lebih menyukai Ryeowook Oppa, bisakah kau mengantarku untuk bertemu dengannya?”

“lebih menyukai Ryeowook Oppa?’ berarti gadis itu lebih menyukai Ryeowook dari dirinya.

Sial, mengapa aku harus begitu memikirkannya!

Untunglah ada Seo Hyun yang mengajaknya mengobrol..

+++

Hari ini, semua artis SM Town makan-makan di restoran tempat di mana Eun-Hee bekerja.

“Maaf, permisi,” kata Eun-Hee, “Ryeowook-ssi ini traktiran sesuai janjiku,” lanjut Eun-Hee, kebetulan Ryeowook hanya duduk bertiga dengan Yesung dan … KyuHyun, jadi ia tidak perlu malu. Seporsi nasi goreng Thailand, Eun-Hee yakin, Ryeowook akan menyukainya.

Ryewook tersenyum senang menerima makanan itu dari Eun-Hee.

Eun-Hee melirik Kyu yang tiba-tiba berdiri, ternyata seorang gadis melambai padanya, Seo Hyun, seketika itu juga, perasaannya menjadi tidak enak.

+++

Malam semakin larut, Eun-Hee benar-benar memikirkan busnya yang akan habis pada jam 11 malam dan juga memang perasaannya tidak enak sejak melihat Kyu dengan gadis bernama Seo Hyun itu, Hye-Ri bilang, itu wajar saja, gosipnya mereka memang pacaran.

“Tuan Lee, bisakah pulang duluan, bus saya sudah tidak ada pada jam 11 malam,” kata Eun-Hee.

Manager Lee berpikir sejenak, “Baiklah, tapi kau pamit dengan yang lain ya,” kata Pak Lee sambil tersenyum.

Akhirnya dengan senang hati pamit pada teman-temannya yang mengerti keadaan Eun-Hee yang harus kuliah besok pagi.

“Hati-hati ya,” kata teman-temannya.

Walaupun ia masih ingin melihat Kyu, daripada hatinya sakit lebih baik ia tidur di rumah.

Apa-apaan ini? Aku tidak boleh jatuh cinta pada orang seperti KyuHyun, dia itu seorang idola, pikir Eun-Hee, pikirannya yang kalut membuatnya tidak menyadari Seoul yang biasanya begitu ramai di siang hari, berbeda dengan saat hampir tengah malam seperti saat ini.

+++

ia benar-benar merasa gerah berada di dekat Ryeowook dan gadis itu, entah mengapa. Saat Seo Hyun memanggilnya, ia merasa terselamatkan.

Kyu menyusuri setiap sudut restoran dengan matanya, Mana gadis itu? Dan mana Ryeowook Hyung? Bukankah dia selalu menempel pada Yesung? Pikirnya saat melihat Yesung yang hanya duduk seorang diri sambil mengutak-atik ponselnya.

Ia berlari, ia lupa pada Seo Hyun yang sedang berbicara dengannya.

Ke mana mereka! Jangan! Aku mohon, jangan ambil dia, Hyung! Pikir Kyu, panik.

+++

“HEI!” sebuah suara teriakan itu membuatnya agak kaget.

Siapa? Batin Eun-Hee, ia sampai tidak berani memutar badannya untuk melihat siapa yang berteriak barusan, jadi ia tetap meneruskan langkahnya, berpura-pura tidak mendengar.

“HEI, AKU BILANG BERHENTI, EUN-HEE!”

Orang itu tahu namaku? Pikir Eun-Hee terlintas pikiran aneh-aneh yang membuatnya takut, didukung jalanannya yang sepi. Tidak ada orang. Bagaimana aku menyelamatkan diri? Pikirnya.

“Aku membencimu!” suara itu tepat dibelakangnya.

Tapi tunggu, aku mengenal suara ini. Entah keberanian dari mana, Eun-Hee menghadapkan tubuhnya ke pemilik suara itu.

“Aku membencimu!” ulang Kyu, pemilik suara itu.

+++

Eun-Hee terbelalak kaget melihat Cho Kyu Hyun berdiri didepannya.

“Tuan Cho, Kenapa Tuan ada di sini?” tanya gadis itu.

“Karena aku membencimu!!”

Eun-Hee benar-benar bingung, “Apa maksudmu?”

“Aku membencimu karena kau tidak mengenaliku sebagai temanmu!”jawab Kyu.

“Teman?”

“Ya, ini aku Kyu, Kyu teman kecilmu, apa kau sudah melupakanku?”

Mata Eun-Hee terbelalak lagi, “Kyu? Kau Kyu? Kyu yang sering mengajakku memanjat pohon?”

KyuHyun mengangguk, “Ya, aku ingat, aku pernah membuatmu jatuh dari pohon, makanya ada luka di dahimu itu,”

Kali ini Eun-Hee menutup mulutnya, dia benar-benar terkejut, KyuHyun, seorang penyanyi terkenal adalah teman masa kecilnya sekaligus tetangganya.

“Kau benar-benar Kyu-ku?” tanya Eun-Hee, hatinya benar-benar senang.

“Ya, ini aku, Eun-Hee. Tapi aku benar-benar marah, sejak awal aku sudah mengenalimu, sedangkan kau tidak mengenaliku, berarti kau melupakanku, hanya aku yang mengingatmu,” jawab KyuHyun senyum jahil terselip diantara kata-katanya.

Eun-Hee diam.

“Tapi, itu tadi, sejak tahu Ryeowook Hyung tidak menghilang bersamamu, emosiku agak mereda, aku hanya marah kau tidak mengenaliku,” cengiran KyuHyun terpampang lebar di depan mata gadis itu, dinginnya malam benar-benar tidak terasa oleh 2 sahabat yang terpisah lama itu.

“Kenapa?”

“Karena itu berarti Ryeowook Hyung tidak menyatakan cinta padamu, aku pikir dia menyukaimu dan kau menyukainya?” kata Kyu.

Eun-Hee tertawa, ia menyadari sesuatu yang tidak berubah dari Kyu, tetap orang yang mudah gugup dan susah mengungkap isi hatinya, “Kau benar, aku menyukai Ryeowook-ssi,” jawab Eun-Hee sambil tersenyum.

KyuHyun mengangkat wajahnya, “Jadi, kau benar-benar menyukainya,” ulang KyuHyun, nadanya lemas dan putus asa.

“Ya, aku sangat menyukainya, dia baik sekali,” lanjut Eun-Hee, “Jika bisa, aku ingin dia menjadi kakakku,”

“Hei, kau membuatku takut,” kata Kyu, lega mendengar ucapan Eun-Hee barusan.

“Kenapa?”

“karena, aku tidak mau kau menyukai Ryeowook Hyung atau laki-laki manapun selain aku,” kata KyuHyun tegas, walau sebenarnya wajahnya sudah memerah, “Karena itu, mulai sekarang jangan melihat laki-laki lain, kau hanya boleh melihatku saja,” kata KyuHyun sambil menggandeng tangan Eun-Hee yang wajahnya juga memerah dan panas mendengar kata-kata Kyu.

Ayah, Kyu kembali.. batin Eun-Hee.

+++

“Kemana Kyu?” tanya Leeteuk sambil mencari-cari dongsaengnya.

“Ada urusan dengan orang penting katanya, aku bertemu dengannya didepan toilet,” jelas Ryeowook yang memesan es krim.

Yesung menyambung, “Kyu itu sebenarnya lebih aneh daripada aku,”

Ryeowook dan Leeteuk nyengir lebar, “Eh? Hehehehe,” entah apa maksudnya. Yang penting 2 sahabat itu bersama lagi, melanjutkan kembali persahabatan mereka yang terputus sejak 12 tahun lalu yang mungkin akan lebih dari sekedar sahabat. ^__^

Iklan

14 thoughts on “Friend Forever

  1. hahahaha 😀

    >>>Yesung menyambung, “Kyu itu sebenarnya lebih aneh daripada aku,”

    anehan elu wooy 😮 😀 kakakakakak #ketawa setan -__-

  2. iyaa XD wkwkwkwk tapi masih ada juga ya yg demen ama dia 😮

    oh, iya!!! suaranya kan baguuuss -_- maklum aja banyak yg sukaa 😮

  3. iyoo xD hohoho..
    tadinya sempet kepincut juga sama Kyu, cuma kata temen jangan dia, soalnya Kyu udah diambil sama dia -_- yaudah nyari yg lain, eh.. dapet deh!! xD hoho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s