[140626] Gara-gara Pilpres

Indonesia lagi ramai dengan ajang pemilu bergengsi, pemilihan kepala negara baru.
berbeda dengan Pileg, yang nama calonnya banyak banget, bahkan gue sendiri sebelum hari pencoblosan gak tau apa-apa tentang mereka. wajahnya, visi-misinya, pribadinya seperti apa, pokoknya buta sama sekali. bahkan sesudah pencoblosanpun, gue langsung lupa lagi wajah orang yang gue pilih. entah bagaimana, akhirnya nyoblos juga, kasihan KPU, sudah bersusah payah menyiapkan, jadi paling gak, menghormati mereka yang sudah mau repot-repot.
Lain Pileg, lain pula Pilpres. Pilres benar-benar dikupas habis para kandidatnya. sehingga gue sendiri merasa sudah kenal sejak lahir sama beliau-beliau, saking gencarnya berita tentang segala sesuatu dari mereka.
setiap pribadi, tentu sudah punya kecenderungan memilih yang mana. begitu juga dengan gue sekeluarga. tak terkecuali emak gue.
sepertinya, dia benar-benar menghayati pemilu kali ini. dan gue korbannya, untuk kedua kalinya -_-
emak : tau gak, capres ini, begini-begini lho *semangat banget*
gue : wah, yang bener, Mak? wah, wah… *gue ikutan antusias*
emak : iya, begini, begitu deh *tetap semangat*
gue : *teringat berita sekilas, yang entah gue baca atau nonton* eh Mak, katanya capres itu lagi begini begitu ya di sana?
emak : *mulai gak senang* ha?! capres ini juga begini begitu di sana kok! liat di mana kamu berita itu? ditipi ini ya? facebook ya?!
gue : ya tadi liat sekilas *panik, kok malah nge-gas sih?*
emak : *pergi, lalu kudengar suaranya mengomel dengan tema capres itu yang begini begitu di sana, lengkap dengan data guelah yang mengatakannya ke bapak gue*
gue : *gak nyaman mendengar omelan-omelan itu*
emak : *gak ngomong apa-apa sambil mondar-mandir di koridor antara kamar bapak gue dengan dapur, yang ditengah-tengahnya adalah ruangan gue*
gue : *juga gak ngomong apa-apa, tapi dalam hati tetap berkata-kata* huah, syukur deh gak ngamuk *ingat insiden 1 minggu lalu, kapan-kapan gue ceritakan*
lega sih, tapi sekalinya mau reload website, tanda silang merah menghiasi simbil konektivitas internetku.
awalnya gue pikir, hanya ulah iseng modem, eh ternyata, setelah di tengok, adaptornya dilepas. sebal!
pantas saja gak ngomel, ternyata ini!
modus operandi kemarahan emak gue, menyandera sesuatu yang paling gue sukai ketika gue membantahnya.
dan ini bukan pertama kalinya. jadi, sudah biasa.
tapi ingat, walau sudah biasa, bukan berarti gue gak sebal ya. sebal sekali malah.
gue juga sempat kesal sama capres itu. gara-gara dia gue gak bisa internetan. LOL saking kesalnya, sempat mikir mau golput aja.
LOL tapi gak jadi 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s