[140508] Si Hati Lapang

Sebelumnya, gue selalu merasa, gue lah yang paling pusing di dunia ini, saat ini, gara-gara tugas akhir.
gue merasa kesal dan menderita, karena waktu gue rasanya kurang buat mengerjakan tugas yang anaknya banyak itu, sekaligus merasa kurang istirahat.
memang. orang itu selalu merasa ‘paling’. paling menderita-lah, paling pusing-lah (gue-banget). kalau yang narsis alias memuja diri sendiri (macam si D, teman sekelas gue di kampus) merasa paling keren-lah, paling hebat-lah.
tapi ternyata, karena obrolan selingan ketika gue mau pulang dari kampus tadi, begitu menyentak. menyadarkan diri gue, untuk terus bersyukur.
bahwa, ada orang lain yang bahkan tidak punya waktu untuk dirinya, demi mencari biaya pengisi perut keluarganya. gue bahkan lebih baik, karena gue masih bisa istirahat sejenak jika lelah berkutat dengan tugas.
sedang orang itu, bahkan setelah lelah membantu orang tuanya, dia harus berhadapan dengan tugas.
tapi tawa tetap menghiasi wajah orang itu. beban hidupnya tidak terlihat. seperti sudah ikhlas menjalani kehidupannya. di depan orang-orang. entah jika di belakang.
gue kadang bertanya-tanya, apa dia tidak merasa kesal atau marah, karena dia yang harus mengerjakan segalanya, semua menjadi tanggung jawabnya. ya kerja bantu orang tua, ya mengerjakan tugas kuliah.
mungkin orang itu adalah seseorang dengan hati yang besar dan lapang. apapun bisa ditampungnya.
sebagai teman orang itu, gue tidaklah bisa memberi solusi apa-apa. hanya bisa mendo’akannya, agar hidupnya, bisa selalu lapang, selapang hatinya, dan tidak ingin melihatnya terjepit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s