[150125] Trip to Semarang

Tanggal 21 Januari malam, aku bersama dengan 2 teman berangkat naik bus ke Semarang, seperti tidak peduli kalau tadi pagi hingga sore hari itu sibuk finishing tugas kuliah yang dikumpul hari itu juga.

semua serba buru-buru. berangkat buru-buru, karena kebablasan istirahat. persiapan akomodasi untuk jalan-jalan di Semarang pun juga serba buru-buru.

akhirnya berangkatlah Kami ke sana dengan semua yang serba buru-buru dan dadakan :v aku berangkat dengan perasaan was-was. bagaimana tidak, si supir bus selalu nyelip :v sampai orang itu menyelip saat tikungan, kurang apa lagi, aku sampai berpikir, “kalau sekali ini nyelip lagi di sini (baca: tikungan) bisa-bisa gak selamat nih,”

aku terus berdo’a, sampai gak bisa tidur. setelah perjalanan yang menegangkan itu, akhirnya tiba juga di Semarang sekitar pukul setengah 5 pagi, di depan Stasiun Poncol. dan langsung ditawarin mobil carteran. emang kami bertiga ada tampang banyak duit ya Pak? akhirnya demi menghindari si Pak supir mobil carteran, kaburlah kami ke warung kopi di seberang stasiun. tapi apes tak bisa ditolak, karena berbasa-basi (demi lepas dari si supir) malah kena counter sama Bulik si empunya warung kopi. alamak jang. pagi-pagi sudah kena sindir. sepertinya, si Bulik langsung tak suka pada kami pada pandangan pertama.

kami berkeliaran di sekitar stasiun Poncol sampai jam 7 pagi demi menunggu motor sewaan kami diantar. dan Bulik itu masih misu-misu sendiri kalau melihat kami bertiga.

Singkat cerita akhirnya semua berjalan (yah cukup) lancar sampai kami menemukan penginapan yang cukup baik. dan akhirnya kejadian itu pun terjadi. kami ditilang! karena apa? karena hampir melanggar markah jalan. dan biaya tak terdugapun mau tak mau harus keluar. mulutku keluh, tak ada pembelaan yang bisa terlontar. entah karena panik dan takut yang bisa kami lakukan hanyalah mengikuti kata-kata Pak Polisi itu.

karena kejadian itu, kami bertiga jadi lesu. syok. sampai hampir nyasar di kota orang. akhirnya kami pulang kembali ke penginapan untuk menenangkan diri. hehe, beginilah kalau jalan-jalan di kota orang gak dipelajari bener-bener dulu.

akhirnya setelah cukup pulih, kami jalan-jalan ke mall, setelah ke sana, kami bangkit lagi. walaupun besok-besoknya kami berhasil wara-wiri, tetap saja ngeri melihat apa-apa yang berwarna hijau stabilo. saat itu di Semarang sedang gencar-gencarnya patroli lalu lintas. kami berusaha menghindari polisi. untungnya saja ada peta, GPS dan ternyata masih banyak orang ramah di sana, yang ikut andil meloloskan kami dari “mereka”.

ditilang di kota orang ini merupakan yang paling berbekas dibenakku. biasanya aku tidak pernah keder biar ada polisi di manapun di kota asalku. tapi di Semarang, lain cerita. rasanya seperti melihat sesuatu yang mengerikan.

diriku pribadi, selain pengalaman ditilang itu, dikejar orang gila, merupakan pengalaman lain yang membekas. waktu itu aku ke pasar di dekat penginapan, kebetulan si penjual sedang pergi dan aku memutuskan untuk menunggu. di samping kios itu kulihat seekor anak kucing. aku tergoda untuk bermain dengan anak kucing itu. aku berjongkok, tak lama kurasakan punggungku didorong seseorang. ketika menengok, betapa kagetnya melihat seorang perempuan dengan muka, tangan dan kaki yang cemong, entah karena apa, mungkin arang, tertawa padaku. untungnya aku tidak menjerit. refleks aku langsung lari terbirit-birit pulang ke penginapan. sekilas kudengar orang gila itu berteriak memanggilku. hiii.

begitulah, kami berhasil keliling ke beberapa tempat di Semarang, tapi sayang kami gagal ke Vihara Watu Gong dan Sam Poo Kong karena keterbatasan waktu dan biaya :v semoga lain kali diberi rejeki buat ke sana lagi. hehe.

pulang ke Malang, kami naik bus lagi. dan perjalanan ke terminal Terboyo pun cukup menantang. terjepit di BRT, sejenis Bus trans Semarang gitu.seumur-umur belum pernah aku terjepit di kendaraan umum sampai segitunya. pantas saja orang-orang bilang, kalau di Indonesia naik kendaraan umum, masuk rapi, keluar berantakan. ternyata begini toh. walah-walah.

saking lelahnya hari itu, karena uang menipis, hari teakhir di Semarang kami naik angkot, dan sisanya berjalan kaki dari Kawasan Simpang Lima menuju Lawang Sewu di dekat kawasan Tugu Muda, akhirnya di bus, aku tertidur sepanjang perjalanan dan tak sadar si supir bus masih dengan kebiasaannya nyelip :v untungnya aja masih selamat sampai rumah dan masih bisa menulis ini. hehe.

sudah gak sabar untuk perjalanan selanjutnya 😀

2x@Pantai Marina Semarang, gara-gara mau ke sini nih makanya ditilang :v untungnya aja berhasil sampai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s