[131004] Berbeda

Entah apa yang membuatku tidak nyaman ketika melihat senyum gadis yang setahun lebih tua dariku itu. seakan alarm dalam diriku berbunyi. sepertinya, yang dia tampilkan di depan orang-orang dengan yang ada di dalam hatinya berbeda.
ini hanya dugaan. entah bagaimana aku punya perasaan seperti itu. perasaan yang mengatakan gadis itu.. haruskah aku mengatakannya munafik?
Gadis itu tidak pernah melakukan sesuatu yang jahat padaku. tapi, rasanya, naluriku mengatakan, dia punya sedikit (atau banyak?) rasa tidak suka padaku.
betapa jahatnya aku mengatakan, dia munafik, ketika gadis itu selalu baik terhadapku. betapa berdosanya aku, jika tuduhan naluriku itu salah.
hanya Tuhan dan gadis itu yang tahu kebenarannya.
ketika dia tersenyum hari itu. ketika seseorang mengkritikku. aku hanya tersenyum demi menyembunyikan rasa malu dan rasa tidak percaya diri. saat itulah, aku melihat matanya. deg. seketika, aku seperti bisa membaca pikirannya.
hahaha, rasakan. itu sih sok pintar.
mungkin jika hidupku adalah sebuah film layar lebar, maka ada scene di mana waktu membeku beberapa saat. yang hanya menyisakan aku dan gadis itu.
walaupun itu semua tidak nyata, hanya berdasar naluri, yang entah benar atau tidak, kenyataannya, rasa simpatiku pada gadis itu, menurun.
kakak, maafkan aku yang berpikiran buruk tentangmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s